Mari mengkritik
Termenung
kaku, tubuh terbujur lesuh
Merintih
perih, menyerut dalam nurani
Perlahan
aku terkutuk dalam kosong
Dalam
bisunya mulut
Tak
mau berucap, karena takut berdusta, aku diam
Aku
tak takut menantang para Panglima yang berdusta di balik tahta
Aku
tak bercuak melawan para birokrat dan para bedebah di negri ini
Aku
hanya ingin tidur dengan lelap
Dengan
cahaya yang merayap masuk dari dinding yang berbilik
Dengan
para sinden-sinden kecil di ujung jalan sana
Raharjalah
diri-ku
0 komentar:
Posting Komentar