Ada lagi yang
mati
Merah pekat,
segar tercecer merebak di Bumi Pertiwi
Ada lagi yang
mati
Ditindih kendaraan
berlapis baja
Ada lagi yang
mati
Kepala terbentur
aspal panas
Ada lagi yang
mati
Memperjuangkan kebenaran
Lalu, apakah kebenaran
hanya ada di balik dinding megah nan mewah ?
Apakah benar,
satu nyawa yang tumbang masih kurang?
Apakah benar,
bahwa hanya satu kata revolusi?
Apakah benar,
rakyat hanya kalkulasi suara masa?
Kini, aku hanya melihat
pemuda mayor bergaya parlente
Berbicara tentang
hidup hari ini dan cita-cita imajinernya
Berbicara tentang
selangkangan
Berbicara tentang
kehidupan pelacur kota
Sedangkan alam menangis lirih
Kelompok borjuis semakin berseri
Petani dan buruh
pabrik hanya elegi rintih
Mahasiswa mayor
bergaya perlente sibuk masturbasi
Politik kampus
menjadi profesi
0 komentar:
Posting Komentar