Kamis, 27 November 2014

Ada lagi yang mati
Merah pekat, segar tercecer merebak di Bumi Pertiwi
Ada lagi yang mati
Ditindih kendaraan berlapis baja
Ada lagi yang mati
Kepala terbentur aspal panas
Ada lagi yang mati
Memperjuangkan kebenaran

Lalu, apakah kebenaran hanya ada di balik dinding megah nan mewah ?
Apakah benar, satu nyawa yang tumbang masih kurang?
Apakah benar, bahwa hanya satu kata revolusi?
Apakah benar, rakyat hanya kalkulasi suara masa?

Kini, aku hanya melihat pemuda mayor bergaya parlente
Berbicara tentang hidup hari ini dan cita-cita imajinernya
Berbicara tentang selangkangan
Berbicara tentang kehidupan pelacur kota


Sedangkan alam menangis lirih
Kelompok borjuis semakin berseri
Petani dan buruh pabrik hanya elegi rintih
Mahasiswa mayor bergaya perlente sibuk masturbasi
Politik kampus menjadi profesi



Categories:

0 komentar:

Posting Komentar