Itulah sebagian potret wajah
kehidupan Ibu Kota (Jakarta). Mereka sejak terlahir di bumi tidak bisa memilih
untuk menapakan kaki digaris ekonomi yang di kehendakinya. Walaupun demikian, mereka tetap menghias wajahnya dengan senyuman. Terbesit dalam rongga kelapa beberapa
pertanyaan, bagaimana masa depan mereka? Apa yang telah pemerintah lakukan
semala ini? Pertanyaan ini patut ditelaah secara seksama jelas, ini bukanlah
kesalahan orangtua mereka, guru mereka ataupun lingkungnya. melaikan kebodohan
pemerintah yang hanya memikirkan ideologi perutnya saja dengan cara menciptakan
korupsi yang pada akhirnya terdesentralisasi. Pemerintah harus mampu
memanusikan anak-anak jalan dengan cara memberikan tempat yang layat,
memperoleh pendidikan yang semestinya sebagai hak dan kewajibannya, dan diperlakukan secara manusiawi.
Oleh sebab itu, pemerintah bersikap
mampu protektif dengan melindungi keberadaan anak-anak jalan. Jika pemerintah
tidak mampu memberikan legitimasinya maka konsep Pancasila yang berbunyi "Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia." mengalami kelumpuhan pada
esensinya. Setidaknya jika negara ini ingin memasukin fase kemajuan hal seperti
ini, juga harus dibenahi bukan hanya meletakan sebagai masalah kecil semata.

0 komentar:
Posting Komentar