Jumat, 06 Mei 2016

Ini soal tawar dan menawar, ini soal siapa yang menyoal dalam sudut pandang masyarakat urban. Malam itu, seorang kawan bertanya kepadaku “Setelah kamu lulus, apa yang mau kamu lakukan?” Pertanyaan ini membuat diriku gusar. Sebab, ini bukan soal malu atau pribadiku menjadi hina, ketika memilih suatu kehendak paradoksal. Malam itu, lama tak bersua, berita burung tiba ditelinga, ihwal seorang teman lama di sana. Kembali, tentang sederetan pertanyaan yang menurutku, jika dijawab bukan domain sira atau siapa pun itu. Lagi, suatu penekanan harus diberi label merah, ini ihwal kehendak pribadi Bung, manusia terkadang suka mendikte, atau bahkan memberi saran yang tidak seharusnya sira berucap, tak butuh itu. Sebaiknya, sira dan setumpuk ihwal keadaan ideal “manusia urban” itu, letakan saja di balik tempurung kepala.

Ini tentang suatu hal yang baik, “Maksud baik untuk siapa Bung?” terbesit penggalan puisi organik, Rendra. Saya tanya kepada sira Bung, “Siapa berhak mewakili cita saya?” jika sira bertanya, saya jawab, sira mengkoreksi. lebih baik, sira bicara pada diri sira. Tentang pertanyaan awal, apa yang kemudian dikatakan “baik” jika harus teraleniasi dalam kondisi sosial? Hidup hanya sekedar hidup, dan mati dalam ketentuan-ketentuan waktu. Lagi tentang pertanyaan awal, kala itu seorang dosen bertanya hal yang serupa, tampaknya ia sedang menyir-nyir “(Menyebut nama saya), setelah lulus mau kemana?” Lagi, pertanyaan itu, membuat saya muak, seolah memilih untuk tidak menjadi “umum” secara absolut salah. Bila suatu masa dimana seorang kaum, memilih aman dan diam, sejatinya hidup ini hanya  kumpulan pelasi busuk.  

Tentang pertanyaan-pertanyaan itu, mendengarnya saja membuat berang, ketika hidup dalam sistem pertukaran yang hanya menawarkan “lisptik” dalam kehidupan. Melihat hidup hanya dari basis kenikmatan-kenikmatan yang tak berkesudahan, larut dalam cerita kaum papa. Maka, sudahlah jangan berbicara tentang suatu yang bukan domain sira Bung. Biarkan kehendak itu tercipta dari kondisi sosial komunal.  
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar