Ini soal tawar
dan menawar, ini soal siapa yang menyoal dalam sudut pandang masyarakat
urban. Malam itu, seorang kawan bertanya kepadaku “Setelah kamu lulus, apa yang
mau kamu lakukan?” Pertanyaan ini membuat diriku gusar. Sebab, ini bukan soal
malu atau pribadiku menjadi hina, ketika memilih suatu kehendak paradoksal.
Malam itu, lama tak bersua, berita burung tiba ditelinga, ihwal seorang teman
lama di sana. Kembali, tentang sederetan pertanyaan yang menurutku, jika
dijawab bukan domain sira atau siapa pun itu. Lagi, suatu penekanan harus diberi label merah, ini ihwal kehendak pribadi Bung, manusia terkadang suka mendikte, atau bahkan memberi saran
yang tidak seharusnya sira berucap, tak butuh itu. Sebaiknya, sira dan setumpuk
ihwal keadaan ideal “manusia urban” itu, letakan saja di balik tempurung
kepala.
Ini tentang
suatu hal yang baik, “Maksud baik untuk siapa Bung?” terbesit penggalan puisi organik, Rendra. Saya tanya kepada sira Bung, “Siapa berhak mewakili cita saya?” jika sira bertanya, saya jawab, sira mengkoreksi. lebih baik, sira bicara pada diri sira. Tentang pertanyaan awal, apa yang kemudian dikatakan “baik” jika harus
teraleniasi dalam kondisi sosial? Hidup hanya sekedar hidup, dan mati dalam ketentuan-ketentuan
waktu. Lagi tentang pertanyaan awal, kala itu seorang dosen bertanya hal yang
serupa, tampaknya ia sedang menyir-nyir “(Menyebut nama saya), setelah lulus
mau kemana?” Lagi, pertanyaan itu, membuat saya muak, seolah memilih untuk
tidak menjadi “umum” secara absolut salah. Bila suatu masa dimana seorang kaum,
memilih aman dan diam, sejatinya hidup ini hanya kumpulan pelasi busuk.
Tentang
pertanyaan-pertanyaan itu, mendengarnya saja membuat berang, ketika hidup dalam
sistem pertukaran yang hanya menawarkan “lisptik” dalam kehidupan. Melihat
hidup hanya dari basis kenikmatan-kenikmatan yang tak berkesudahan, larut dalam
cerita kaum papa. Maka, sudahlah jangan berbicara tentang suatu yang bukan
domain sira Bung. Biarkan kehendak itu tercipta dari kondisi sosial
komunal.
0 komentar:
Posting Komentar